Tuesday, March 17, 2015

takut terpaut

"menurut lu, cewek dan cowok bisa murni temenan gak? gak ada perasaan sama sekali?"
relakah kau melangkah
meninggalkan semua yang kita bangun
menapak jalan baru
tangan kosong kita berdua
menggengam satu sama lain

berani kah kau
menanggung beban ini
"hanya dua pilihan, antara putus atau nikah. serem gak sih bayangn itu?"
apakah hatimu memberi jaminan
hatiku tidak

"emang salah ya?"
"emang gue pernah salahin lu?"
dengan aku yang bimbang
masihkan engkau berharap?
dengan aku yang pengecut
masihkan engkau berani?

"yang kita punya sekarang terlalu berharga,
gue gak siap kalo ada resiko lu pergi"

karena lebih baik kita
diam di saat ini
dengan tangan saling terpaut
namun tak saling memiliki

daripada kita berdua memaksakan yang tak pasti
dan berakhir tak mengenal lagi

1 comment:

  1. Pertanyaan yang telah lu bawa didalam perspektif indahnya keberadaan, harus dipertanyakan lagi didalam pemikiran sastra ini.

    Mengapa takut akan kesunyian anakku?

    Ingat, perbandingan dapat membantu menentukan suatu pernyataan atau jawaban, tetapi perbandingan tidak dapat menjadi jawaban.

    ReplyDelete