Tuesday, March 31, 2015

13

"Mimpiku sempurna, tak seperti orang biasa. KarenaMu, tenang"

aku menemukan makna, dalam sedikit hati
memanggilku untuk tetap tinggal
bertahan sampai mati

penghiburan bagiku
penghiburan bagi mereka
kebutuhan bagiku
kebutuhan bagi mereka
betapa aku dan mereka begitu sama

inikah sandiwara?
atau memang kita saudara

mungkinkah ini koneksi tak berwaktu tak berdimensi?
atau hanyalah sekedar imajinasi

apakah kita satu?
atau aku hanya tertipu

-pikiran tanpa tujuan di 16 hari menuju kebebasan

Sunday, March 22, 2015

Matahari dan Toska: bagian 3

[Door Open]

Dalam ruang sunyi, Toska dan Matahari duduk, menatap dinding kosong. Setelah banyak senda gurau, banyak cerita, banyak emosi. Toska terdiam, Matahari pun terdiam.

"Udah 2 jam kita cuma ngomong ngalor ngidul. Sebenernya tujuan kita apa sih kesini?"

Hanya di ruang hampa ini, semua masalah tampak konyol. Yang ada hanyalah kita. aku. kamu. dibatasi dari dunia oleh dinding-dinding ini. Tak ada masa lalu, tak ada masa depan, hanya ada masa kini, seperti yang aku sukai. Kita berdua sama-sama menipu sendiri, menyangkal realita. Namun dalam penipuan ini, aku tau kamu merasa puas. Aku pun puas. Kepolosan yang tak bisa dibeli, yang akan hilang diluar dinding ini

"Inikah akhirnya?"
"Apa lagi yang bisa kita paksakan Toska?"

Dalam hatinya Matahari pun meragu, apakah yang keluar dari mulutnya adalah kata hatinya. Atau hanya pikirannya yang suka main aman. Toska hilang kemampuan bicara, ia tau apa yang sudah rusak tidak akan kembali. Bisakah Matahari menyinari harinya lagi? Apa sinar untuknya sudah mati, seperti nasib bintang yang lain?

Matahari lelah. Toska pun lelah
Lelah untuk memperjuangkan? basi. Lelah untuk mencoba? basi juga.
Hanya lelah ada untuk satu sama lain
Hanya lelah satu sama lain ada

"Aku minta maaf"
"Aku juga"







"Baik-baik ya. Tuhan berkati kamu"
[Door Close]

Thursday, March 19, 2015

sunyi

mengapa takut akan kesunyian anakku?
tutuplah matamu dan dengarlah
detak jantungmu
tarikan nafasmu
tutup matamu dan sadarilah
hangat tubuhmu
tiap helai rambutmu
karena disanalah kamu akan melihat
salah satu keajaiban dunia yang paling indah
bukan dari fisikmu
bukan dari ciptaan manusia
bukan dari alam bumi ini
namun dari sekedar keberadaanmu
manusia lahir dan mati sendiri, karena itu
mengapa takut akan kesunyian anakku?

Tuesday, March 17, 2015

takut terpaut

"menurut lu, cewek dan cowok bisa murni temenan gak? gak ada perasaan sama sekali?"
relakah kau melangkah
meninggalkan semua yang kita bangun
menapak jalan baru
tangan kosong kita berdua
menggengam satu sama lain

berani kah kau
menanggung beban ini
"hanya dua pilihan, antara putus atau nikah. serem gak sih bayangn itu?"
apakah hatimu memberi jaminan
hatiku tidak

"emang salah ya?"
"emang gue pernah salahin lu?"
dengan aku yang bimbang
masihkan engkau berharap?
dengan aku yang pengecut
masihkan engkau berani?

"yang kita punya sekarang terlalu berharga,
gue gak siap kalo ada resiko lu pergi"

karena lebih baik kita
diam di saat ini
dengan tangan saling terpaut
namun tak saling memiliki

daripada kita berdua memaksakan yang tak pasti
dan berakhir tak mengenal lagi