entah karena apa langit bersedih
karena ia membanjiri tanah ini dengan air mata
namun tidak bagiku
tak setitik pun air mata jatuh hari itu
kurasa sesuatu yang janggal
namun kudiamkan
kurasa tak semua akhir itu harus ditangisi
perpisahan juga bagian dari pertemuan
lagipula, ia benci tangisku
mungkin memang ada baiknya juga
ingin kumuntahkan kata-kata itu
bahwa mimpiku ada benarnya juga
tapi kurasa tak perlu
biarkan diam yang menjawab kita
waktu pun akan membuka
juga menyembuhkan
aku menanti hari esok
berharap realita tidak menabraku mati
berbagai maaf yang belum terucap
akankah menyebar seperti sel kanker
menjadi dendam
menjadi cerita-cerita buruk tentangku?
kuharap tidak
tak ada tangis hari ini
namun langit berduka
kurasa diwakilkan saja
karena sudah terlalu banyak tangis untukmu
terimakasih dan maaf
Thursday, December 1, 2016
Tuesday, November 15, 2016
transparansi
lama tak bertemu dengan layar ini
selama ini mungkin aku kehilangan kata-kata
atau sudah mulai berubah tempat ini
menjadi sesuatu yang asing
menjadi tempat aku tetap berjaga-jaga
tentu bukan salah siapapun juga
hanya salah aku seorang
takut akan menyindir atau menyakiti
sehingga banyak yang tak tertumpah disini
lebih banyak disimpan di hati
entah malam ini aku berpikir untuk kembali
karena ada sesuatu yang janggal
tak sabar untuk dimuntahkan
namun aku tidak seberani itu
entah tulisan ini akan terhapus atau tidak
semakin hari batas-batas menjadi saru
dimana tempat berhenti
dimana tempat berjalan
pikiran itu terus menghantui
berenang ke permukaan, tenggelam lagi
ke permukaan, lalu tenggelam lagi
pikiran itu mengulurkan tangannya padaku
namun aku takut untuk meraihnya
dan membiarkannya kembali tenggelam
sambil berpikir
apakah aku melakukan sesuatu yang benar?
sudah banyak pikiran busuk yang terlintas
yang kadang tak kupercaya
namun pikiran ini tak pernah pergi
menunggu di bagian terdalam
menyiapkan pasukan
dan suatu hari akan menyerang
mungkin di hari itu
aku hanya akan terkapar diam, stagnan
sudah banyak pertanyaan busuk yang terucap
yang kadang tak kupercaya
namun perkataan ini tak pernah pergi
menunggu di bagian terdalam
menyiapkan pasukan
dan suatu hari akan menyerang
mungkin di hari itu
aku hanya akan terkapar diam, stagnan
entah mengapa selalu tertutup satu kemungkinan
yang sekarang kuanggap tabu
tak boleh terucap
tak boleh terpikir
buang jauh-jauh apabila terlintas
tentu tak pernah hilang rasa kecewa
disaat air mata mengalir
tapi kau hanya terkapar diam, stagnan
apa yang tak pantas kudapatkan?
disaat air matamu hampir mengalir
hatiku remuk akan rasa bersalah
salahkah aku, jika mengira kau tidak lagi begitu?
salahkah aku, jika aku tau, kau tak akan lagi begitu?
apakah aku telah membekukanmu?
semua rasa terbelit kusut
membawa emosi ikut tersesat dalam belitan rasa
aku pun tak tau
apakah salah yang aku ingini
apakah salah yang aku minta
aku selalu melihat satu jawaban
jawaban yang dapat menyatukan kita
jawaban yang masih ambigu kebenarannya
cara mudah untuk membawa kebahagiaan
membawa keseimbangan
jawaban yang tak berani kusebutkan
karena jawaban ini akan menelan kita
penyakit lama telah kembali
kurasa aku harus pergi dari layar ini
selama ini mungkin aku kehilangan kata-kata
atau sudah mulai berubah tempat ini
menjadi sesuatu yang asing
menjadi tempat aku tetap berjaga-jaga
tentu bukan salah siapapun juga
hanya salah aku seorang
takut akan menyindir atau menyakiti
sehingga banyak yang tak tertumpah disini
lebih banyak disimpan di hati
entah malam ini aku berpikir untuk kembali
karena ada sesuatu yang janggal
tak sabar untuk dimuntahkan
namun aku tidak seberani itu
entah tulisan ini akan terhapus atau tidak
semakin hari batas-batas menjadi saru
dimana tempat berhenti
dimana tempat berjalan
pikiran itu terus menghantui
berenang ke permukaan, tenggelam lagi
ke permukaan, lalu tenggelam lagi
pikiran itu mengulurkan tangannya padaku
namun aku takut untuk meraihnya
dan membiarkannya kembali tenggelam
sambil berpikir
apakah aku melakukan sesuatu yang benar?
sudah banyak pikiran busuk yang terlintas
yang kadang tak kupercaya
namun pikiran ini tak pernah pergi
menunggu di bagian terdalam
menyiapkan pasukan
dan suatu hari akan menyerang
mungkin di hari itu
aku hanya akan terkapar diam, stagnan
sudah banyak pertanyaan busuk yang terucap
yang kadang tak kupercaya
namun perkataan ini tak pernah pergi
menunggu di bagian terdalam
menyiapkan pasukan
dan suatu hari akan menyerang
mungkin di hari itu
aku hanya akan terkapar diam, stagnan
entah mengapa selalu tertutup satu kemungkinan
yang sekarang kuanggap tabu
tak boleh terucap
tak boleh terpikir
buang jauh-jauh apabila terlintas
tentu tak pernah hilang rasa kecewa
disaat air mata mengalir
tapi kau hanya terkapar diam, stagnan
apa yang tak pantas kudapatkan?
disaat air matamu hampir mengalir
hatiku remuk akan rasa bersalah
salahkah aku, jika mengira kau tidak lagi begitu?
salahkah aku, jika aku tau, kau tak akan lagi begitu?
apakah aku telah membekukanmu?
semua rasa terbelit kusut
membawa emosi ikut tersesat dalam belitan rasa
aku pun tak tau
apakah salah yang aku ingini
apakah salah yang aku minta
aku selalu melihat satu jawaban
jawaban yang dapat menyatukan kita
jawaban yang masih ambigu kebenarannya
cara mudah untuk membawa kebahagiaan
membawa keseimbangan
jawaban yang tak berani kusebutkan
karena jawaban ini akan menelan kita
penyakit lama telah kembali
kurasa aku harus pergi dari layar ini
Saturday, September 10, 2016
19:47 PM
kata-kata yang biasa terucap berjam-jam
sekarang tersisa diam
tentu kunikmati diam ini
namun aku lebih suka suaramu
diam itu emas
kata itu mutiara
kadang kata tak bisa menjelaskan
diam pun juga tak selalu menjelaskan
tak perlu kata-kata berlapis gula
hanya yang seperlunya saja
-bla bla bla
7 September 2016
dulu yang telah kulihat dengan jelas
sekarang menjadi kabur kembali
karena satu kalimat itu
menggores mata jiwa, tanpa rasa iba
kurasa kau benar
aku ini memang buta
dan akan selalu dibiarkan buta
tak perlu melawan
tak perlu mempertanyakan
apa yang kau suapkan
harus kutelan
entah apakah ini sebuah permainan
aku tak suka tebak-tebakan
tapi mungkin tak penting apa yang kusuka
apakah aku cuma menjalani peran?
20 menit sudah berlalu
air mata dan kulit sudah beradu
pikiran pun mulai ragu
hati pun menyusul pilu
ada lagu semua hal baik akan berakhir
kurasa ada benarnya juga
apakah itu hidup bila semua baik?
semoga di masa depan nanti
bagian-bagian kosong itu
dapat diisi oleh kamu
kalaupun tidak
syukurlah apabila ku dapat pengertian
namun untuk sekarang
ego ku ingin meraup semua
-tulisan di malam penuh tawa
10 September 2016 5:52 AM
Tuesday, May 10, 2016
september
cinta lama
dalam bentuk sastra
ditulis begitu indah
memeluk hati yang lelah
ingin aku kembali
ke saat itu
menikmati indah katamu
merasakan hangat air mata
terasa tulusmu dulu
apakah sekarang sudah palsu?
aku hanya bisa ragu
terdiam dan bisu
inilah aibku
aku mendamba cinta
yang sudah lama lalu
sekarang hati begitu pilu
apakah kita masih bisa menjadi satu?
Sunday, May 1, 2016
embrace
Kintsugi or Kintsukuroi is a Japanese method for repairing broken ceramics with a special lacquer mixed ith gold,silver or platinum.
The philosophy behind the technique is to recognize the history of the object and to visibly incorporate the repair into the new piece instead of disguising it.
The process usually results in something more beautiful than the original.
kesalahan, kejatuhan, luka
janganlah menjadi aibmu
hal-hal yang membuatmu menangis
hal-hal yang membuatmu lemah
hal-hal yang membuatmu hilang harapan
hal-hal yang merusakmu
waktu menyembuhkan hati
waktu menyembuhkan pikiran
waktu menyembuhkan luka
saat-saat buruk tidak bertahan selamanya
proses penyembuhan ini lah emas bagi lukamu
tunjukan bahwa kamu dapat sembuh
kamu dapat bangkit
dari yang lemah menjadi yang kuat
dari menangis menjadi tersenyum
sambutlah masa depan dengan dirimu
yang lebih indah dari yang dulu
banggalah akan bekas luka mu
banggalah karena kamu dapat melewati masalah itu
biarlah sejarahmu bersinar dari dirimu
karena perjalananmu itu indah
dan akan berakhir dengan indah juga
The philosophy behind the technique is to recognize the history of the object and to visibly incorporate the repair into the new piece instead of disguising it.
The process usually results in something more beautiful than the original.
kesalahan, kejatuhan, luka
janganlah menjadi aibmu
hal-hal yang membuatmu menangis
hal-hal yang membuatmu lemah
hal-hal yang membuatmu hilang harapan
hal-hal yang merusakmu
waktu menyembuhkan hati
waktu menyembuhkan pikiran
waktu menyembuhkan luka
saat-saat buruk tidak bertahan selamanya
proses penyembuhan ini lah emas bagi lukamu
tunjukan bahwa kamu dapat sembuh
kamu dapat bangkit
dari yang lemah menjadi yang kuat
dari menangis menjadi tersenyum
sambutlah masa depan dengan dirimu
yang lebih indah dari yang dulu
banggalah akan bekas luka mu
banggalah karena kamu dapat melewati masalah itu
biarlah sejarahmu bersinar dari dirimu
karena perjalananmu itu indah
dan akan berakhir dengan indah juga
Saturday, March 12, 2016
kecewa
kata-kata membuat luka
peluk selesaikan perkara
namun apa yang tertanam akan tersiram
yang tersiram akan tumbuh
menjadi kenangan
satu dua
ia pergi menoreh luka
tiga empat
ia kembali membawa maaf
takut yang bertambah dalam
digali setiap kata terucap
tangis sudah bukan ekspresi
dalamnya aku bersembunyi
kemana rasa itu
ketika pikiran penuh amarah
kata-kata sudah tertanam
semakin tumbuh dan menggelapkan hati
bisakah ku berdiri
menyambut hari dan mentari
berjalan dengan berani
disaat hati seperti ini
peluk selesaikan perkara
namun apa yang tertanam akan tersiram
yang tersiram akan tumbuh
menjadi kenangan
satu dua
ia pergi menoreh luka
tiga empat
ia kembali membawa maaf
takut yang bertambah dalam
digali setiap kata terucap
tangis sudah bukan ekspresi
dalamnya aku bersembunyi
kemana rasa itu
ketika pikiran penuh amarah
kata-kata sudah tertanam
semakin tumbuh dan menggelapkan hati
bisakah ku berdiri
menyambut hari dan mentari
berjalan dengan berani
disaat hati seperti ini
Sunday, February 21, 2016
sesak dan terisak
sampai mana batas mengasihi
sampai mana batas toleransi
sampai mana batas...berharap
tangan yang diam kaku
pikiran yang makin lama menjauh
kesengajaan penuh harap
membiarkan semua sesak dan terisak
aku yang tak sekuat itu
lelah menunggu terwujudnya angan
akupun beranjak dari argumentasi
membiarkan semua sesak dan terisak
terlalu banyak hal sedih hal senang
yang dapat menyentuh diri ini
aku yang tak sekuat itu
membiarkan semua sesak dan terisak
sampai mana batas peduli
sampai mana batas kuatku?
Sunday, February 14, 2016
22
membuat tersenyum
membuat tertawa
membelikana bunga, boneka atau perhiasann
pergi berjalan-jalan
bergandengan tangan, berpelukan
itu mudah
yang sulit
dan yang jadi nilai sebenarnya
adalah disaat kamu
memaklumi cara berpikirku
memaafkan keirasionalanku
menemani dalam lemahku
mendukung pilihanku
walau berat bagimu
bahkan melindungiku dari hujan
mengingatkan untuk makan
mendengar celotehanku
adalah hal-hal yang mungkin dianggap sepele
namun hal-hal yang tak bisa dibeli
adalah yang aku terima
itulah harta yang sebenarnya
selamat hari kasih sayang :)
Tuesday, January 19, 2016
21
semakin diabaikan
semakin disadari
bahwa ini sama saja
hanya lingkaran yang terulang kembali
karena memang tak ada jalur lain
aku yang banyak berharap
maka ada yang lelah
aku yang banyak terlalu
maka yang tak sanggup
dimana air mata dianggap senjata
serendah itukah aku
hingga egois ada diatas emosi
aku ingin menutup mata
akan kebobrokan di ujung pikiran
memang tak ada yang sempurna
namun seberapa banyak yang pantas kau dapatkan?
katanya..
romantis itu hanya dibuat film-film
sedangkan cinta itu apa yang kita buat
semakin disadari
bahwa ini sama saja
hanya lingkaran yang terulang kembali
karena memang tak ada jalur lain
aku yang banyak berharap
maka ada yang lelah
aku yang banyak terlalu
maka yang tak sanggup
dimana air mata dianggap senjata
serendah itukah aku
hingga egois ada diatas emosi
aku ingin menutup mata
akan kebobrokan di ujung pikiran
memang tak ada yang sempurna
namun seberapa banyak yang pantas kau dapatkan?
katanya..
romantis itu hanya dibuat film-film
sedangkan cinta itu apa yang kita buat
Subscribe to:
Comments (Atom)