entah karena apa langit bersedih
karena ia membanjiri tanah ini dengan air mata
namun tidak bagiku
tak setitik pun air mata jatuh hari itu
kurasa sesuatu yang janggal
namun kudiamkan
kurasa tak semua akhir itu harus ditangisi
perpisahan juga bagian dari pertemuan
lagipula, ia benci tangisku
mungkin memang ada baiknya juga
ingin kumuntahkan kata-kata itu
bahwa mimpiku ada benarnya juga
tapi kurasa tak perlu
biarkan diam yang menjawab kita
waktu pun akan membuka
juga menyembuhkan
aku menanti hari esok
berharap realita tidak menabraku mati
berbagai maaf yang belum terucap
akankah menyebar seperti sel kanker
menjadi dendam
menjadi cerita-cerita buruk tentangku?
kuharap tidak
tak ada tangis hari ini
namun langit berduka
kurasa diwakilkan saja
karena sudah terlalu banyak tangis untukmu
terimakasih dan maaf
No comments:
Post a Comment