Tuesday, August 11, 2015

sembunyi

tak sering kau terlintas
bisa dikata kau tamu yang tidak sopan
walau dulu ini rumahmu
tanpa mengetuk atau berbincang
kau hanya meninggalkan jejak

kau tentu tidak sengaja
hanya aku yang tersadar dan mencari
bukan sesal, bukan benci
hanya kau yang bodoh
hanya aku yang lelah

kalau ia bintang maka kau adalah bulan
keberadaanmu adalah keteraturanmu
walau tahu, walau sangka
aku masih terpana dengan purnamamu
sembunyi adalah bodohmu

namun aku, kau, dia tahu
cahaya sebenarnya datang dari bintang
kasarkah aku mengatakan itu ilusi
dalam ruang waktu ini aku mengerti
bahwa rasa ini harus pergi

biarkan aku lupa akan malam yang telah lalu
relakan aku terjebak dalam alam tanpa tarikan gravitasimu
malam ini kau terkenang
namun esok menanti memberi yang terbaik

aku mencintai melalui air mata

No comments:

Post a Comment