Saturday, August 29, 2015

dari sana

malam demi malam terasa jauh
dalam diam ia merasa

menunggu kabar dari sana

dalam etika ia katakan ya
dalam hati? tiada yang tahu

terlalu baik atau bodoh, kata ibunya

resah, bimbang, sendiri

tak bisakah waktu ia curangi
agar harapannya menjadi pasti

sesal memakan dirinya sedikit demi sedikit
menyisakan tulang yang dingin

menunggu hangat dari sana

detik serasa hari
mengolok di depan matanya
tak kuat berlari ia pun berhenti

menunggu..

menunggu..

uluran tangan dari sana

No comments:

Post a Comment