Sunday, December 15, 2013

Natal yang terlambat

Putih menghiasi bola mataku
Harapan dan senyuman
Pertanyaan bertubi akan keinginanku
Semua terasa bisa terwujudkan

Bau manis kue jahe dari dapur
Udara dingin yang membekukan sisi jendela
Lagu-lagu pop yang terganti lagu klasik natal
Kesempurnaan tergambar di waktu ini

Kapas menghiasi seluruh baju merahnya
Arum manis putih bertengger di mukanya
Yang memancarkan senyum lucunya
Bel-bel yang bernyanyi merdu saat ia bergerak

Bagaikan tinggal didunia mimpi aku berpikir

Semua imajinasi, semua harapan
Semua keinginan, semua janji
Sirna suatu malam

Terganti dengan pisau yang menyayat hati
Terganti dengan kebencian yang menutup cinta
Hujatan tanpa logika
Bagaikan dikontrol oleh iblis didalamnya
Tangisan tanpa reda
Pintu yang tak pernah kubuka
Indahnya natal terbanjiri lautan kekecewaan
Dan akupun tenggelam didalamnya

Sosok tinggi besar menghampiriku
Senyum dan bunyi bel itu akrab di telingaku
Ia melemparku ke tanah dingin berlapis salju
"Kenapa kau lakukan itu?"
"Membawamu ke realita"

Untuk KK yang meminta pendapat AK untuk lirik lagu natalnya, maaf mengecewakan, pikiranku hanya bisa menghasilkan ini. Merry Christmas

No comments:

Post a Comment