Thursday, December 26, 2013
6
Kereta
Bukan munafik namun mempertahankan
Bukan menyerah namun keterbukaan
Bukan ikut campur namun peduli
Bukan menuntut namun ingin yang terbaik
Tak ada salahnya menjadi rapuh
Tak ada salahnya melepas kedewasaan
Tak ada salahnya untuk takut
Tak ada salahnya untuk meminta
Menginginkan kepribadian
Menginginkan keunikkan
Melihat perbedaan
Melihat kesempurnaan dalam kekurangan
Tak bisa dipelajari
Tak bisa didefinisi
Tak bisa dipaksakan
Masih suci, murni, putih dan sejati
Terimakasih Tuhan atas tapak yang Engkau berikan
Sehingga aku dapat bersua dengannya
Sehingga dapat merasakan keindahan ciptaanMu didalam dirinya
Masa lalu untuk diingat dan dipelajari
Masa kini untuk dijalani dan dinikmati
Masa depan untuk dinanti dan diterima
Thursday, December 19, 2013
ya
dimana aku hanya ingin aksi
tidak ingin pertanyaan
tidak ingin tuntutan
muak untuk menjawab
kuperintahkan mulutmu berhenti berucap
berharap dapat menjawab dengan ekspektasi
namun hati meragukan ketulusan
mengalihkan matanya dari lubang tanpa ekspresi
memberinya kehangatan
ditengah dinginnya hati dan pendingin ruangan
saatnya beralih ke hal yang lebih serius
dimana tak ada lagi jalan kabur
terjebak oleh selimut konfrontasi
menundukan kepala
menutup telinga
membangun dinding hati
menguatkan mental untuk menghadap depan
Sunday, December 15, 2013
Natal yang terlambat
Putih menghiasi bola mataku
Harapan dan senyuman
Pertanyaan bertubi akan keinginanku
Semua terasa bisa terwujudkan
Bau manis kue jahe dari dapur
Udara dingin yang membekukan sisi jendela
Lagu-lagu pop yang terganti lagu klasik natal
Kesempurnaan tergambar di waktu ini
Kapas menghiasi seluruh baju merahnya
Arum manis putih bertengger di mukanya
Yang memancarkan senyum lucunya
Bel-bel yang bernyanyi merdu saat ia bergerak
Bagaikan tinggal didunia mimpi aku berpikir
Semua imajinasi, semua harapan
Semua keinginan, semua janji
Sirna suatu malam
Terganti dengan pisau yang menyayat hati
Terganti dengan kebencian yang menutup cinta
Hujatan tanpa logika
Bagaikan dikontrol oleh iblis didalamnya
Tangisan tanpa reda
Pintu yang tak pernah kubuka
Indahnya natal terbanjiri lautan kekecewaan
Dan akupun tenggelam didalamnya
Sosok tinggi besar menghampiriku
Senyum dan bunyi bel itu akrab di telingaku
Ia melemparku ke tanah dingin berlapis salju
"Kenapa kau lakukan itu?"
"Membawamu ke realita"
Untuk KK yang meminta pendapat AK untuk lirik lagu natalnya, maaf mengecewakan, pikiranku hanya bisa menghasilkan ini. Merry Christmas
Saturday, December 7, 2013
Mu, ku, dia, mereka
"Manusia memang rumit dan paling senang merumitkan sesuatu"
Keluhan yang sama
Jawaban yang sama
Kebosanan yang sama
Nasihat teman yang lama lama sirna
Apa makna keterbukaan
Kalau dipengaruhi rasa bersalah
Kalau tidak diberi keyakinan
Salahkah?
Janji akan selalu diingat
Walau aku tak punya andil
Mulut yang terbuka sengaja
Mengatakan dia akan ada selamanya
Omong kosong
Kata katanya penuh omong kosong
Begitu juga rasanya akan hidup
Disaat kamu menyadari
Kepercayaanmu patut ditertawakan disini
Hanya layar bisu yang tak pernah lelah
Walau tidak membalas pertanyaan
Tapi memberikan sarana
Walau tidak bisa menikmati surya terbenam
Tapi dapat memberikan kenangan
Aku lelah menuntut
Bahkan menuntut apa sekarang hanya semu
Tujuanku bahagia
Tapi diri selalu berkata tak bisa
Jiwaku lelah
Ingin bersua denganmu
Namun juga takut tuntutan akan terpicu
Membawamu pergi tanpa sisa
Layaknya dulu lagi
Mengapa masih terikat dengan masa lalu
Ini hal hal sepele mungkin kata mereka
Tapi hal sepele ini bisa membawa gangguan jiwa
Sekarang siapa yang tidak tahu diri?
Maafkan bila dia menyakitimu demikian rupa
Dan aku hanya bisa membiarkan
Apa dayaku ikut campur
Namun penyesalan selalu tiba tak diinginkan
Sekarang kamu yang tersungkur
Jatuh dan tak tahu kapan bisa bangun
Kamu tidak menerima uluranku
Kamu hanya menginginkan dia
Sekarang lelahku makin menjadi
Bagai penyabut nyawa menghisap sari kehidupan
Bangsat.
.
Kosong
Hanya rangka tanpa jiwa
Bergerak tanpa kesadaran
Berpikir karena paksaan
Sisanya hampa
Tidak memiliki nilai
Tidak memiliki arti
Hanya penuh kebohongan
Kemunafikan
Kata kata bisu
Capek beremosi
Tak kuat menjalani hari
Semua sudah terbakar
Tak ada lagi yang tersisa
Kecuali ruang yang kosong
Dampak dari apa
Yang begitu hebat
Sampai menuakkan jiwa
Sampai menorehkan luka
Persetan dengan rutinitas
Pendidikan tanpa makna
Pengalaman tanpa keabadian
Yang lalu begitu saja
Tanpa orang berikan peduli
Pertanyaan sama
Pernyataan sama
Tidakkah lelah?
Tentu lelah, tapi sekarang aku tidak bisa merasakannya lagi
Tuesday, December 3, 2013
Pagi yang cukup kelam
Saat lelah dengan semuanya
Muak dengan rutinitas
Capek akan hidup
Keseharian terasa kosong dan tidak berarti
Tidak punya tujuan
Mungkin ada, yaitu mati
Merasakan pendidikan yang omong kosong
Sistem yang munafik
Jiwa jiwa yang lelah
Terkadang untuk mencerahkan hari
Manusia butuh untuk menghibur orang lain
Dengan begitu dirinya sendiri akan terhibur
"Untuk apa mengejar pendidikan, gelar, status dan pengakuan, toh semua mati sama, yaitu kembali jadi tanah"