Thursday, September 22, 2011

luka

pertengkaran itu bagaikan luka
waktu mungkin menyembuhkannya
namun luka itu menyisakan bekas
bekas yang tidak bisa menghilang
walaupun kamu telah berusaha keras menghilangkannya
usaha kerasmu tidak berguna
bekas itu tetap disana, tidak berkurang sedikitpun
bekas yang dapat membawa memori itu kembali
memori disaat luka itu didapatkan
bekas luka yang membuatmu merasa dihakimi
bekas luka yang membuatmu menciut
bekas luka yang membuatmu tak berani melanggar batas
bekas luka yang bagaikan kurungan bagimu
bekas luka yang membawamu membenci bekas itu
kamu merasa dipermainkan
karena seberapa pun, sebanyak apapun, sesulit apapun usaha yang kau lakukan, bekas itu menetap disana
bagaikan parasit yang sudah menyatu dengan tubuhmu
kamu pun menggaruk luka itu berharap agar luka itu dapat menghilang
dan kamu malah menyebabkannya kembali menganga
darah dan rasa sakit seperti meledak dan mengalir ke luar
kamu menyesali menggaruk luka itu
tapi kamu tidak memiliki kuasa atas waktu
kamu pun menangis
namun itu tidak menyelesaikan apa-apa
karena luka itu tidak melihatmu menangis
ia sibuk mengirimkan rasa perih ke seluruh tubuhmu
ia sibuk memasukan memori trauma ke otakmu
kamu merasa disalahkan atas luka yang kembali menganga
kamu kembali merasa dihakimi, namun kali ini perasaan itu lebih kuat
menjalar memasuki seluruh pembuluh
masuk menyerap kedalam sendi dan tulang
mencemarkan seluruh darah dagingmu
menyakitkan kepala, melelahkan tubuh, membasahi mata

No comments:

Post a Comment