mengapa kita tidak pergi saja ke dunia mimpi dan tak pernah kembali
meninggalkan dunia realitas yang penuh dengan manusia berhati besi
kuingin terbang menuju dunia mimpiku
dimana tidak ada yang disebut keteraturan
dimana selalu ada sesuatu yang baru di akhir tikungan
dimana adanya ujung pelangi
dimana langit bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diraih
dimana adanya harapan dan pengabulan
dimana tiada batas akan segalanya
tiada batas akan fantasi dan nonfantasi
dimana tidak ada privasi
karena disana tidak ada saling menjatuhkan
disana kita saling membantu menarik lagi ke atas tebing
tertawa sepuasnya, berlari tanpa batas, menangis bersama
tidak ada 'aku' atau 'kamu' semua yang ada hanyalah 'kami'
disana kesempurnaan dan keegoisan adalah hina
disana tidak akan ada waktu yang tidak punya simpati
disana kita tidak dikendalikan oleh apapun
aku muak akan realitas
dimana kita selalu terus berjalan walaupun dibelakang ada manusia yang terluka
dimana semua adalah tentang persaingan dan perlombaan
dimana semua hal adalah 'aku' dan 'kamu'
dimana orang adil selalu tertindas
dimana orang murah hati selalu dimanfaatkan
dimana kelebihan dicemburui selalu
dimana semua orang tidak menghargai perbedaan
aku muak akan rutinitas
No comments:
Post a Comment