kubelai sampul kulit itu
warnanya coklat tua
dengan sulur sulur emas membentuk bingkai di pinggirannya
kutelusuri sulur itu dengan jariku
jariku menari membentuk motif motif indah
tarian jariku terhenti saat jariku menyentuh tulisan itu
"BUKU SEORANG PEMIMPI"
itu bunyinya
tulisan itu berwarna emas dengan jenis tulisan sambung yang indah
kubuka perlahan sampul buku yang tebal itu
aku pun membuka halaman pertama
di bagian dalam dengan jenis tulisan italic
tertulis
"untukmu buku ini kuserahkan, Nicky sayang"
kupandangi tulisan itu
siapa itu Nicky? kekasihnya? keluarganya?
tunggu.
aku kembali menutup buku itu dan meneliti sampulnya
tidak ada juga
kubalik buku itu sehingga terlihat bagian samping buku itu
terdapat garis garis emas menjulur indah
terdapat judul buku yang terukir rapih
tapi tetap tidak ada
kubalik ke halaman kedua
tetap tidak ada
mengapa tidak ada nama pengarangnya?
ah sudahlah.aku mengabaikan fakta itu
kubuka halaman ketiga
terlihat tulisan tebal bertuliskan
"BAB VII"
bab 7? kenapa langsung bab 7? dimana bab 1 sampai 6?
buku ini benar benar aneh
aku tersenyum sambil menggelengkan kepala
aku pun mulai tenggelam dalam cerita buku itu
cerita pada bab 7 dimulai pada saat seorang tokoh wanita jelita dikutuk mejadi wanita buruk rupa
aku mengernyit
tampang wanita itu sangat mengerikan, pikirku
mata sayu dengan lingkaran hitam
bibir sumbing
hidung panjang yang bengkok
wanita itu di cemooh
wanita itu di caci maki
wanita itu dilempari batu
wania itu dikurung didalam sebuah penjara
wanita itu menangis hari demi hari
ia rindu akan kehidupan indahnya dulu
dimana ia selalu dipuji puji
dipuja semua lelaki
lalu pada halaman itu masa lalu nya pun diceritakan kembali dalam flashback
halaman halaman itu penuh dengan cerita indah akan masa lalu wanita itu
saat membaca napasku memburu
hidungku kembang kempis
aku pun merobek halaman halaman itu
halaman dengan flashback akan masa lalu sang wanita
lalu aku kembali tersenyum
tempat halaman halaman itu berada
kini hanyalah bagian bagian kecil kertas yang tersisa saat kita merobeknya
aku kembali membaca halaman selanjutnya
wanita itu mencakar cakar tembok penjara dengan kukunya
kuku kuku itu patah
dan wanita itu mengigitinya
aku memasang tampang jijik, mengigiti kuku kotornya itu? selamanya takkan kumau
saat sampai di akhir bab 15
kulihat halaman buku sudah habis
aku kembali membalik balik halaman menuju halaman kedua
aku membaca dafta isinya
tertulis buku ini seharusnya sampai bab 26
kemana bab bab sisanya
bagaimana akhir dari kisah wanita itu
aku pun mendesah dan menutup buku itu
aku melihat kembali sampulnya
lalu aku dengan marah melempar buku itu
buku itu mengenai tembok dan jatuh dalam keadaan terpelungkup
aku berdiri dari kursiku
dan berjalan cepat kearah buku itu
aku meraihnya kasar dan menarik pembatas buku yang telah disediakan
pembatas buku itu terbuat dari tali berwarna emas yang mengkilat dibawah sinar lampu
aku menarik sekeras mungkin sampai akhirnya pembatas buku itu terlepas
aku kembali membanting buku itu
aku duduk di kursiku
diam.
lalu kulihat sekeliling
ruangan itu penuh dengan kertas beserakan
darimana semua kertas ini?
kuambil beberapa kertas
di beberapa kertas tertulis bab 1, bab 19, bab 20, bab 3, bab 5
dan aku mulai mengumpulkan semua kertas yang berserakan
ternyata itu adalah bagian buku tadi
aku berlari mengambil buku itu, aku agak tersandung dan ibu jari kakiku terasa sakit sekali
aku membuka halaman ketiga
diantara halaman kedua dan ketida
terdapat sisa sisa kecil robekan kertas
sisa sisa itu sangan tebal
siapa gerangan yang merobek buku ini?
mengapa banyak sekali halaman yang terobek?
saat membuka halaman terakhir, juga terdapat sisa sisa robekkan yang tebal
mengapa halaman ini dirobek?
aku melihat ke meja di depanku
disana terdapat setumpuk kertas dan pulpen
beberapa sudah dipenuhi tulisan
terdapat 1 halaman bertuliskan "dibuat oleh Lisa Jones"
siapa itu Lisa? apakah ia yang menulis buku ini
beberapa masih kosong
lalu aku mengingat semuanya
siapa yang merobeknya
kenapa begitu banyak yang dirobek
kenapa harus dirobek
aku membenci cerita bahagia, dimana si tokoh utama selalu bahagia
aku membenci akhiran bahagia, dimana si tokoh utama berhasil membunuh si jahat dan hidup bahagia selamanya
maka karena itu aku merobek halaman-halaman itu
halaman-halaman itu adalah cerita bahagia si wanita jelita itu
aku pun mengigit halaman-halaman itu sekuat tenaga
aku meremas remas nya
aku menginjaknya
aku merobek robeknya sampai menjadi serpihan kecil
lalu aku berlari ke arah pintu
aku menggaruk pintu itu dengan kuku ku
aku menggaruk sekuat tenaga
kuku ku patah
lalu kulihat pintu itu
ada banyak bekas bekas panjang terukir disana, kupikir itu bekas kuku ku
aku pun tertawa keras
aku menggigit kuku ku
lalu aku menggedor gedor pintu
aku memukul pintu itu sekuat tenaga
aku berteriak
"NICKY!!! NICKY!!! NICKY!! NICKY!!!!"
lalu aku terkekeh
dan aku mulai menggedor pintu itu lagi
aku berteriak lebih keas
"NICKY!! NICKY!!!! NICKYYYY!!!!!!"
lalu aku terkekeh kembali, kali ini lebih lama
aku pun kembali duduk, dan mulai mengambil pulpen dan mulai mencoret coret
aku menggambar muka seorang wanita
lalu aku menggambar pisau menusuk kepalanya
aku menggambar darah keluar dari kepalanya
gambarku tidak bagus, tapi aku puas
dengan menggengam erat pulpen itu, aku menulis besar besar N I C K Y
lalu aku kembali tertawa keras
lalu aku berteriak sekuat tenaga
dan aku mulai menangis meraung raung
dari luar, seorang lelaki berpakaian seragam mendengus
"dasar gila"
lelaki itupun kembali bersantai membaca buku dan memakan cemilannya
disebelah luar pintu itu
terdapat sebuah papan dengan tulisan
PASIEN RUMAH SAKIT JIWA
nama : LISA JONES
umur : 23 TAHUN
no iduk : 23H48
Thursday, March 31, 2011
itu
aku dulu menginginkan itu
aku berusaha tanpa lelah mengejar itu
aku tidak memikirkan resiko apapun demi itu
kuraih itu dengan semangat membara
tanpa menyerah, aku terus maju, pantang melihat kebelakang
demi itu
padahal dibalik semu usaha itu, itu sangat membahayakan
tak kusangka ada lubang besar di hadapanku
tapi aku tidak menyadarinya
aku tetap berjalan menuju lubang itu
tanpa menengok kebelakang ku kejar lubang itu
akhirnya ku terjatuh di lubang itu
di dasar lubang itu terdapatlah itu
aku senang aku terjatuh
aku tertawa
aku bahagia
aku puas.
tapi kusadari selama ini itu bukanlah yang kumau
aku dulu berpikir dengan itu aku mencapai kesempurnaan
mencapai kebahagiaan
mencapai kedamaian batin
tapi ternyata yang kucapai hanyalah ketidak sempunaan
lalu kusadari semua kesalahan itu
aku tak mau mengambil resiko besar itu hanya karena itu
jadi sedikit demi sedikit kulepaskan itu
akhirnya semua terlepas
aku jauh dari resiko itu
tapi ada satu yang datang
perasaan itu
tidak senang
tidak tertawa
tidak bahagia
tidak puas
sehingga aku menginginkan jatuh kedalam lubang itu dan kembali bertemu itu
aku rindu pada itu
aku rindu akan perasaan terpenuhi di tubuhku karena itu
akhirnya aku kembali dikejar kejar oleh itu
dan aku menyerah
aku menginginkan sekali itu
sangat sangat ingin
tapi aku masih trauma akan resiko itu
jadi terjadilah
dilema itu
datang dan pergi
datang dan pergi
datang lalu pergi, pergi lalu datang
kedatangan dan kepergian itu yang berulang kali
saat itu pergi aku sedih sekali, aku merasa putus asa
saat itu datang aku takut dan trauma akan resikonya
tapi sejujurnya kuingin itu selalu dari dulu
kuingin resiko itu hilang semua ditelan apapun itu
itulah rahasia gelapku
itu
aku berusaha tanpa lelah mengejar itu
aku tidak memikirkan resiko apapun demi itu
kuraih itu dengan semangat membara
tanpa menyerah, aku terus maju, pantang melihat kebelakang
demi itu
padahal dibalik semu usaha itu, itu sangat membahayakan
tak kusangka ada lubang besar di hadapanku
tapi aku tidak menyadarinya
aku tetap berjalan menuju lubang itu
tanpa menengok kebelakang ku kejar lubang itu
akhirnya ku terjatuh di lubang itu
di dasar lubang itu terdapatlah itu
aku senang aku terjatuh
aku tertawa
aku bahagia
aku puas.
tapi kusadari selama ini itu bukanlah yang kumau
aku dulu berpikir dengan itu aku mencapai kesempurnaan
mencapai kebahagiaan
mencapai kedamaian batin
tapi ternyata yang kucapai hanyalah ketidak sempunaan
lalu kusadari semua kesalahan itu
aku tak mau mengambil resiko besar itu hanya karena itu
jadi sedikit demi sedikit kulepaskan itu
akhirnya semua terlepas
aku jauh dari resiko itu
tapi ada satu yang datang
perasaan itu
tidak senang
tidak tertawa
tidak bahagia
tidak puas
sehingga aku menginginkan jatuh kedalam lubang itu dan kembali bertemu itu
aku rindu pada itu
aku rindu akan perasaan terpenuhi di tubuhku karena itu
akhirnya aku kembali dikejar kejar oleh itu
dan aku menyerah
aku menginginkan sekali itu
sangat sangat ingin
tapi aku masih trauma akan resiko itu
jadi terjadilah
dilema itu
datang dan pergi
datang dan pergi
datang lalu pergi, pergi lalu datang
kedatangan dan kepergian itu yang berulang kali
saat itu pergi aku sedih sekali, aku merasa putus asa
saat itu datang aku takut dan trauma akan resikonya
tapi sejujurnya kuingin itu selalu dari dulu
kuingin resiko itu hilang semua ditelan apapun itu
itulah rahasia gelapku
itu
Saturday, March 26, 2011
dengarlah
apakah dosa para anak ditanggung orang tua
mengapa?
ini sangat tidak adil bagi mereka
kalau bisa
aku ingin menanggung dosa ku sendiri
mau seberat apapun, itu tetap dosaKU
bukan dosa mereka
mereka yang telah menahan semua emosi, keegoisan, kejengkelan
demi kita para anak
agar kita tidak menangis
agar kita tidak kabur dari rumah
agar kita tidak ngembek
mereka yang telah mengangkat beban begitu berat
ditambah lagi dengan beban anaknya
mereka sudah berjuang keras
kenapa Tuhan?
haruskah cobaan ini yang mereka alami
mengapa cobaa ini begitu berat
sedangkan mereka sudah menangung beban yang lebih berat
aku tidak kecewa padaMu
aku tidak marah
aku tetap percaya padaMu
aku berteriak
aku menangis
aku memohon
tapi hanya kudengar keheningan
aku sadar aku harus menunggu
tapi aku begitu takut
waktu itu begitu kejam, waktu itu tidak berperasaan
aku takut pada waktu yang berjalan cepat
bagiku waktu tidak akan pernah cukup
masih banyak yang ingin kulakukan
tolonglah
jawablah
ini hanyalah permintaan sederhana
tidak memaksa
aku sudah berpasrah
tapi kalau berkenan, berikanlah sedekah waktu
waktu yang kini terasa makin berharga
bantulah
apa yang harus kulakukan?
berpuasa? aku sanggup
berpantang? aku sanggup
meninggalkan segala2nya? aku menyanggupi
demi waktu waktu itu
tolong
dengarlah teriakan ku ini
dengarlah permohonan ku ini
aku memang hanya seongok manusia munafik
yang sering merasa lebih hebat
padahal yang sebenarnya
aku tidak punya kendali apa apa
maka karena itu, kuserahkan ini kepada pemegang kendali dunia ini
sekali ini
tolong dengarlah
mengapa?
ini sangat tidak adil bagi mereka
kalau bisa
aku ingin menanggung dosa ku sendiri
mau seberat apapun, itu tetap dosaKU
bukan dosa mereka
mereka yang telah menahan semua emosi, keegoisan, kejengkelan
demi kita para anak
agar kita tidak menangis
agar kita tidak kabur dari rumah
agar kita tidak ngembek
mereka yang telah mengangkat beban begitu berat
ditambah lagi dengan beban anaknya
mereka sudah berjuang keras
kenapa Tuhan?
haruskah cobaan ini yang mereka alami
mengapa cobaa ini begitu berat
sedangkan mereka sudah menangung beban yang lebih berat
aku tidak kecewa padaMu
aku tidak marah
aku tetap percaya padaMu
aku berteriak
aku menangis
aku memohon
tapi hanya kudengar keheningan
aku sadar aku harus menunggu
tapi aku begitu takut
waktu itu begitu kejam, waktu itu tidak berperasaan
aku takut pada waktu yang berjalan cepat
bagiku waktu tidak akan pernah cukup
masih banyak yang ingin kulakukan
tolonglah
jawablah
ini hanyalah permintaan sederhana
tidak memaksa
aku sudah berpasrah
tapi kalau berkenan, berikanlah sedekah waktu
waktu yang kini terasa makin berharga
bantulah
apa yang harus kulakukan?
berpuasa? aku sanggup
berpantang? aku sanggup
meninggalkan segala2nya? aku menyanggupi
demi waktu waktu itu
tolong
dengarlah teriakan ku ini
dengarlah permohonan ku ini
aku memang hanya seongok manusia munafik
yang sering merasa lebih hebat
padahal yang sebenarnya
aku tidak punya kendali apa apa
maka karena itu, kuserahkan ini kepada pemegang kendali dunia ini
sekali ini
tolong dengarlah
Friday, March 18, 2011
tolong dengar aku
apa arti sebuah janji padamu?
hanya kata-kata dengan makna kosong
hanya sesuatu yang keluar dari mulut
tapi mungkin janjiku berbeda
janjiku padamu adalah kata-kata tak terucap yang penuh arti
janjiku padamu bukan sembarang perkataan
janjiku bukanlah barang gratis yang bisa kuberikan pada semua orang
mungkin pintu itu sudah tertutup
mungkin sudah dipenuhi kawat kawat berduri
mungkin tanaman menjalar sudah menutupinya
tapi dengan tang akan kuputuskan kawat itu
dengan gunting akan kupotong tanaman rambat itu
dengan kunci yang tepat akan kubuka pintu itu
mungkin jika kau menyadari usahaku
pintu itu tak akan tertutup lagi
kawat itu tak akan menghalangi lagi
tanaman itu tak merambat lagi
baiklah, kedua kalinya kucoba, dengan tang, gunting dan kunci
tapi lagi-lagi kau tidak melihat usahaku
semua itu tertutup kembali
kau bisa membukanya dari dalam
dan membiarkan orang lain masuk
membiarkan orang lain melihat-lihat dibalik pintu itu
membiarkan orang lain menemanimu di menara sepi itu
kau bisa. tapi kau tidak mau
dari dalam kamu terus menyalahkan
mengapa tidak ada orang yang masuk kedalam pintu itu
tapi yang tidak kau sadari adalah
kamu yang tidak melihat usaha mereka
aku, dan banyak orang lain
sudah mencoba memasuki pintu itu
untuk mengisi buku harianmu
agar tiap harimu terasa berbeda
setidaknya kamu bisa mencoba untuk lebih terbuka
aku akan menyelesaikan puzzle itu, jika ada petunjuk berupa gambar di permukaannya
aku akan melihat hatimu, jika kamu membuka pintu untukku
kamu bisa mencoba untuk mengerti keadaan orang lain
dan orang lain juga akan bisa mengerti keadaanmu
dan mungkin hari hari mu akan penuh dengan berbagai macam orang
tapi kamu tidak bisa percaya
kamu sudah menuduh yang tidak-tidak, sebelum itu bahkan terjadi
kamu tidak mau membiarkan sesuatu yang asing mendekatimu
walaupun aku akan selalu mencoba membuka pintu itu
waktu akan membuat tang berkarat
waktu akan membuat gunting tumpul
dan akhirnya aku pun berhenti mencoba
mungkin memang salahku yang mudah menyerah
mungkin memang aku pengecut
bagaimanapun aku jugalah manusia
yang munafik,tidak pernah puas, dan sering merasa hebat
daun yang masih hijau
akan tetap berada diatas karena batang
batang besar yang menyongkong daun-daun itu
tanpa batang, daun-daun itu hanya akan terinjak-injak di tanah oleh manusia
dengan batang itu, daun tetap bisa menikmati angin, nyanyian burung, sampai pada akhir hayatnya di musim gugur
tanpa pondasi, apa jadinya sebuah rumah
rumah itu akan terhanyut oleh tsunami
akan terguncang oleh gempa
bahkan rata dengan tanah oleh badai
tanpa kaki dengan apa kita berjalan
menikmati bebatuan di kaki
menikmati angin saat berlari
menikmati rasa geli saat menapak di karpet bulu
tanpa Tuhan,keluarga, teman apa jadinya seorang manusia
hanya kata-kata dengan makna kosong
hanya sesuatu yang keluar dari mulut
tapi mungkin janjiku berbeda
janjiku padamu adalah kata-kata tak terucap yang penuh arti
janjiku padamu bukan sembarang perkataan
janjiku bukanlah barang gratis yang bisa kuberikan pada semua orang
mungkin pintu itu sudah tertutup
mungkin sudah dipenuhi kawat kawat berduri
mungkin tanaman menjalar sudah menutupinya
tapi dengan tang akan kuputuskan kawat itu
dengan gunting akan kupotong tanaman rambat itu
dengan kunci yang tepat akan kubuka pintu itu
mungkin jika kau menyadari usahaku
pintu itu tak akan tertutup lagi
kawat itu tak akan menghalangi lagi
tanaman itu tak merambat lagi
baiklah, kedua kalinya kucoba, dengan tang, gunting dan kunci
tapi lagi-lagi kau tidak melihat usahaku
semua itu tertutup kembali
kau bisa membukanya dari dalam
dan membiarkan orang lain masuk
membiarkan orang lain melihat-lihat dibalik pintu itu
membiarkan orang lain menemanimu di menara sepi itu
kau bisa. tapi kau tidak mau
dari dalam kamu terus menyalahkan
mengapa tidak ada orang yang masuk kedalam pintu itu
tapi yang tidak kau sadari adalah
kamu yang tidak melihat usaha mereka
aku, dan banyak orang lain
sudah mencoba memasuki pintu itu
untuk mengisi buku harianmu
agar tiap harimu terasa berbeda
setidaknya kamu bisa mencoba untuk lebih terbuka
aku akan menyelesaikan puzzle itu, jika ada petunjuk berupa gambar di permukaannya
aku akan melihat hatimu, jika kamu membuka pintu untukku
kamu bisa mencoba untuk mengerti keadaan orang lain
dan orang lain juga akan bisa mengerti keadaanmu
dan mungkin hari hari mu akan penuh dengan berbagai macam orang
tapi kamu tidak bisa percaya
kamu sudah menuduh yang tidak-tidak, sebelum itu bahkan terjadi
kamu tidak mau membiarkan sesuatu yang asing mendekatimu
walaupun aku akan selalu mencoba membuka pintu itu
waktu akan membuat tang berkarat
waktu akan membuat gunting tumpul
dan akhirnya aku pun berhenti mencoba
mungkin memang salahku yang mudah menyerah
mungkin memang aku pengecut
bagaimanapun aku jugalah manusia
yang munafik,tidak pernah puas, dan sering merasa hebat
daun yang masih hijau
akan tetap berada diatas karena batang
batang besar yang menyongkong daun-daun itu
tanpa batang, daun-daun itu hanya akan terinjak-injak di tanah oleh manusia
dengan batang itu, daun tetap bisa menikmati angin, nyanyian burung, sampai pada akhir hayatnya di musim gugur
tanpa pondasi, apa jadinya sebuah rumah
rumah itu akan terhanyut oleh tsunami
akan terguncang oleh gempa
bahkan rata dengan tanah oleh badai
tanpa kaki dengan apa kita berjalan
menikmati bebatuan di kaki
menikmati angin saat berlari
menikmati rasa geli saat menapak di karpet bulu
tanpa Tuhan,keluarga, teman apa jadinya seorang manusia
Monday, March 14, 2011
gambar
menggambar
bagi beberapa orang, menggambar hanya mencoret kertas dengan alat ambar
bagi beberapa orang, menggambar hanya memboros kertas
bagi beberapa orang, menggambar hanyalah coretan omong kosong yang tidak jelas
itu karena mereka tidak mengerti, mereka tidak merasakan
menggambar itu bagaikan menyalurkan napsu
menggambar itu bagaikan bersantai
menggambar itu kebebasan
orang menyalurkan napsu melalui seks, aku melalui gambar
orang bersantai dengan berlibur, aku dengan menggambar
orang bebas dengan kabur dari rumah, aku kabur dengan menggambar
perasaan itu, dimana disaat kau menggambar tidak ada orang yang dapat mengomentari gambar itu
mau dianggap aneh
mau dianggap jelek
mau dianggap buang buang waktu
dan kau tidak peduli sama sekali
aku menggambar bukan untuk orang lain
aku menggambar untuk diriku sendiri
gambarku tidak memuaskan orang lain
gambarku memuaskan diriku sendiri
gambarku tidak menenangkan orang lain
gambarku menenangkan diriku
menggambar itu tak kenal waktu, tempat, suasana, cuaca
menggambar hanya mengenal keberanian, keunikan, ke"bedaan"
pokoknya dare to be different
HALLAAAHHHH!!!! sok banget gw, kayak gambar gw bagus amat aja
pokoknya ngegambar tuh kayak lagi nge spa
ngegambar tuh kayak lagi naik gunung
ngegambar tuh kayak terhipnotis
santai, tertantang, dan pikiran lo cuman di gambar itu, tenggelam di dunia imajinasi dan fantasi
dan sedihnya, sketchbook gw ilang, nyokap lupa nyimpen dimana, udah dibuang kali
azzz, stress gw gabisa gambar di sketchbook yang itu
kertasnya udah enak banget, tebel, imajinasi gw jalan lagi kalo gambar disitu
malah nyoret2 di buku ringkasan
bagi beberapa orang, menggambar hanya mencoret kertas dengan alat ambar
bagi beberapa orang, menggambar hanya memboros kertas
bagi beberapa orang, menggambar hanyalah coretan omong kosong yang tidak jelas
itu karena mereka tidak mengerti, mereka tidak merasakan
menggambar itu bagaikan menyalurkan napsu
menggambar itu bagaikan bersantai
menggambar itu kebebasan
orang menyalurkan napsu melalui seks, aku melalui gambar
orang bersantai dengan berlibur, aku dengan menggambar
orang bebas dengan kabur dari rumah, aku kabur dengan menggambar
perasaan itu, dimana disaat kau menggambar tidak ada orang yang dapat mengomentari gambar itu
mau dianggap aneh
mau dianggap jelek
mau dianggap buang buang waktu
dan kau tidak peduli sama sekali
aku menggambar bukan untuk orang lain
aku menggambar untuk diriku sendiri
gambarku tidak memuaskan orang lain
gambarku memuaskan diriku sendiri
gambarku tidak menenangkan orang lain
gambarku menenangkan diriku
menggambar itu tak kenal waktu, tempat, suasana, cuaca
menggambar hanya mengenal keberanian, keunikan, ke"bedaan"
pokoknya dare to be different
HALLAAAHHHH!!!! sok banget gw, kayak gambar gw bagus amat aja
pokoknya ngegambar tuh kayak lagi nge spa
ngegambar tuh kayak lagi naik gunung
ngegambar tuh kayak terhipnotis
santai, tertantang, dan pikiran lo cuman di gambar itu, tenggelam di dunia imajinasi dan fantasi
dan sedihnya, sketchbook gw ilang, nyokap lupa nyimpen dimana, udah dibuang kali
azzz, stress gw gabisa gambar di sketchbook yang itu
kertasnya udah enak banget, tebel, imajinasi gw jalan lagi kalo gambar disitu
malah nyoret2 di buku ringkasan
Subscribe to:
Comments (Atom)