apakah cukup berhenti disini
memang aku masih berpegang pada yang tak pasti
walaupun diriku tiap hari mati
langkah-langkah makin lesu
semua penuh dengan ambigu
semua penuh dengan tidak tahu
tidak pernah bermaksud mengganggu
tidak ingin membuatmu beku
semua usahaku, tak bisa membuka bisu itu
tulisan yang ditulis berdasar emosi
lama-lama juga akan basi, mati
paragraf-paragraf menjadi asing, hanya dianggap karya seni
tak bisakah disingkap tirai itu
untuk dengar dan lihat aku
mendobrak persepsi, merusak penghakiman
apakah matanya lebih benar dari mataku
kalau sudah tidak ada arti lebih baik pergi
dari pada membohongi diri
aku pengecut yang waktu itu pergi
benarkah saat itu kamu tidak benar pergi
atau semua adalah ilusi karena ada kembali
apakah cukup berhenti disini
baiklah jika itu maumu sekarang aku pergi
No comments:
Post a Comment