kamu, aku, dan sunyi
ia bukan hadir sebagai takut
namun ia membuat kita mengerti
ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata
ketika kita berdua
hanya aku yang bisa bertanya
mungkinkah kau tau jawabnya
aku takut hampa
kamu pun juga
padahal hanya di ruang hampa
jiwa kita dapat bertemu
malam jadi saksinya
kita berdua diantara kata
yang tak terucap
berharap waktu membawa keberanian
untuk datang membawa jawaban
dedaunan menari bersama angin
tangan tertaut
mata memandang langit
pikiran menunggu angka tiga puluh
namun aku bahagia
mungkinkah kita ada kesempatan
ucapkan janji takkan berpisah selamanya
berdua saja - payung teduh
No comments:
Post a Comment