hari demi hari
bagian demi bagian
mati perlahan dilahap memori
bisakah tubuh ini hilang?
bukan tentang benci
apalagi tentang cinta
hanya masalah intropeksi
dan keinginan untuk lupa
disaat yang tak terduga
saat duniaku di porosnya
datanglah turbulensi
dalam wujud dia, kamu
bukan masalah hidup
tidak dalam prioritas
hanya terinspirasi
untuk berkarya
datang dari kesedihan
datang dari kebaikan
yang menjalar
mengancam mengambil nafas
dibalik senyum itu
apa yang menunggu?
No comments:
Post a Comment