dimana karakter terlihat
dimana mulut diam
dan pikiran yang berbicara
mentari teman bicaraku
pasif namun setia
dalam bahasamu kita berbincang
entah kemana sekarang sang mentari
sibuk dengan hidup rupanya
lupa akan aku
yang mungil di hadapannya
sampai lama ku rasa tak hidup
makin hilang aku daripadamu
pikiranku diam, mulutku berbicara
menekan kepalaku
sampai sakit rasa mau gila
hangatmu adikif
membakarku hingga ku merasa ada
menembus sampai inti hatiku
melucuti seluruh lapisan jiwa
namun yang terlihat hanya pantulanmu
ingin aku mendalamimu
masuk ke dalam dirimu
menikmati seluruh jiwamu
dalam kerakusanku
tak kuat akan konfrontasi
karena aku hanyalah manusia mungil
No comments:
Post a Comment