Friday, October 17, 2014

mentari

ku rasa ku hidup
dimana karakter terlihat
dimana mulut diam
dan pikiran yang berbicara

mentari teman bicaraku
pasif namun setia
dalam bahasamu kita berbincang

entah kemana sekarang sang mentari
sibuk dengan hidup rupanya
lupa akan aku 
yang mungil di hadapannya

sampai lama ku rasa tak hidup
makin hilang aku daripadamu

pikiranku diam, mulutku berbicara
menekan kepalaku 
sampai sakit rasa mau gila

hangatmu adikif
membakarku hingga ku merasa ada

menembus sampai inti hatiku
melucuti seluruh lapisan jiwa

namun yang terlihat hanya pantulanmu

ingin aku mendalamimu
masuk ke dalam dirimu
menikmati seluruh jiwamu
dalam kerakusanku

tak kuat akan konfrontasi
karena aku hanyalah manusia mungil

No comments:

Post a Comment