tidak lagi puitis, namun rindu menulis
tidak lagi berduka atau bersedih, namun ingin bercerita
terkadang rasa rindu membuatmu lemas
tapi indahnya kesendirian membuatmu bersemangat
lelah mencoba tersenyum selama 60 detik
malah berakhir ingin menangis
menyadari kemunafikkan dari usaha senyum palsu
dimana dunia dan dia tak lagi mengerti
dimana hati tidak mau berkompromi
dan semua kenyataan hadir saat kau kembali terduduk sepi
dinding ramai namun pandangan kosong
hanya peluh tak terlihat yang mengisi relung jiwa
dimana kau berhasil menjalani
namun tidak menemukan arti
sama saja sia-sianya dengan bunuh diri
No comments:
Post a Comment