Friday, November 15, 2013

sayang?

rasa sayang itu bagaikan api
bila kecil, ia bagaikan secerah harapan ditengah kegelapan
mengisi relung jiwa dengan nyala biru kuningnya
menjadikanmu apa yang kamu inginkan
namun bila besar, ia berkobar tanpa terkendali
menelan semua yang ada didepan
membuat ada menjadi tiada
menjadikan diri tidak kembali dikenal

rasa sayang itu bagaikan angin
ia tidak menuntut kepemilikan
ia tidak melihat, ia merasakan
ia tidak memilih, ia mendapatkan
terbang bebas dan tidak tergenggam
menerbangkan jiwa ke alam luas tanpa batas
menempatkanmu di tempat asing, memaksamu agar tidak diam ditempat

rasa sayang itu bagaikan tanah
padat, keras, menjadi tapakkanmu disetiap saat
namun lumpur dapat menelanmu dalam-dalam
saat tanah kokoh itu bersua dengan hujan
ia menjadi tidak dapat diandalkan
berubah wujud namun kamu tau komponen masih sama

rasa sayang itu bagaikan air
dunia bagaikan milikmu
pergi kemana saja kamu mampu
batu sungai tidak akan menghalanginya
ia biarkan semua kapal berlabuh
namun gelombang itulah yang menyia-nyiakan kepercayaanmu

dan akhir ceritamu adalah mati

No comments:

Post a Comment