hidupku dimulai dari sebuah kanvas
seumur hidupku, setiap hari kuisi sebuah bagian
kadang kubuat sebuat bentuk
kadang hanya kutorehkan warna saja
kadang aku melukis dengan menutup mata
kadang aku membuat seribu detail tanpa lelah
kadang ku torehkan kuas ku penuh amarah
kadang aku memilih warna sampai lupa akan waktu
namun di saat ini
aku mundur selangkah
dua langkah
tiga langkah
sampai aku bisa melihat lukisanku dari jarak yang tepat
dan aku tidak menyukai apa yang terlukis disitu
aku menyadari
apa yang terlukis
bukanlah sesuatu yang ingin kulukis
bukanlah sesuatu yang kurencanakan akan kulukis
bukan sesuatu yang kuduga akan kulukis
namun adalah sesuatu yang asing
aku tidak mengikuti hatiku akhir akhir ini
aku melukis penuh kepura puraan
aku mengikuti aliran yang bukan milikku
dan selalu terlambat untuk menyesal
aku hanya ingin
untuk menghapus lukisan itu
dan memulai dengan kanvas baru
karena sekarang kanvasku telah rusak tersayat sayat
oleh tanganku sendiri
No comments:
Post a Comment