Saturday, June 11, 2011

suara hati

burung yang memaksakan pergi dengan kakinya
karena takut untuk terbang

keraguan yang mencegahnya untuk menantang langit
ketakutan akan kegagalan dan jatuh

walaupun hatinya mendambakan awan-awan yang menyapanya di langit
namun pikirannya tidak mendengarkan hatinya

bila burung itu tidak berusaha terbang
ia akan kehilangan kesempatan di seluruh waktu hidupnya
untuk merasakan luasnya dan betapa ajaibnya langit itu

dan bila burung itu akhirnya dapat terbang
ia akan menyesali seluruh waktunya yang terbuang untuk keraguan dan ketakutan

ia terbang melintasi langit
untuk melihat perubahan hutan menjadi bangunan besi yang dingin
untuk melihat bertambahnya racun di udara
untuk melihat binatang mesin dari besi yang memenuhi seluruh permukaan kota
untuk melihat banyaknya tangisan, siksaan, ketidakadilan
untuk melihat sedikit demi sedikit mesin mulai menguasai manusia

dimanakah dunia yang diceritakan oleh temannya dulu?
dunia yang penuh hutan
dunia yang selalu paling baik baunya saat sehabis hujan
dunia yang dipenuhi hijaunya rumput, birunya langit dan putihnya awan
dunia yang memantulkan cahaya kehidupan dari setiap mata mahluk hidup

terlambat sudah bagi sang burung
dunia sudah berubah dan ia takkan bisa mengembalikannya
sudah terjadi dan ia hanya dapat menyesali selamanya
semua karena ketakukan dan keraguan akan diri sendiri


hati bergerak sendiri
hati berpikir sendiri
hati mengambil keputusan sendiri
hati memiliki keinginan sendiri
hati tidak menghiraukan perkataan organ lain

karena hati begitu tau apa yang diinginkan kita
sedangkan kita tidak tau apa yang diinginkan hati

No comments:

Post a Comment