Tuesday, June 28, 2011

lunak

kalau sudah mengeras kita tidak bisa mengubah diri kita
kita juga tidak bisa menyerap apapun
meski tidak bisa mengubah orang lain
kita bisa menubah diri sendiri
kalau diri kita yang sekarang masih kurang
tinggal tambahkan saja


aku ingin jadi lunak
kalau lunak aku bisa dibentuk seperti apapun
aku bisa menyerap apapun
dengan begitu aku bisa jadi apapun



:D

Monday, June 27, 2011

dewasa

A: kamu pikir menjadi dewasa itu tidak menyenangkan ya?

B: ......

A: hmm...sayang sekali loh, memang saat kanal-kanak banyak hal yang menyenangkan datang menghampiri kita
A: tapi selalu berjejal

B: berjejal?

A: ya, penuh berjejal, tapi bila sudah dewasa kita akan menyadari ada dunia indah yang selama ini belum kita lihat
A: kita bisa menikmatinya dengan hati kita, dalam kebebasan yang berubah-ubah. selalu dan setiap saat selamanya, dimanapun, apapun, sampai manapun

B: kebebasan yang berubah-ubah? seperti sihir ya?

A: ya bila kita jadi orang dewasa yang baik. kita tidak hanya akan menunggu. kita bisa memakai sihir dan bahkan menjadi penyihir itu sendiri

Sunday, June 12, 2011

one page only

i will turn every single pages in your book to find a white empty page where i can stay
i don't care about how thick the book is
i don't care how full the book is with pictures and stories
i will find that one blank page just for me, my picture, and my story
i don't care if it's not the first page
i don't care if the letters aren't in monotype corsiva
i'm okay with times new roman
i just want to be in a chapter of your life
where you could always remember me when you accidentally open 'my' page
i will write my story in a small font
so you have to concentrate to read it
so you have to put all your feelings to read it
so i could write a long story even if you only give me one page
i will write my story carefully and with all my feelings pouring down to every words in it
i want to use that page as max as possible
because the opportunity to find another empty page may not come again to me

Saturday, June 11, 2011

suara hati

burung yang memaksakan pergi dengan kakinya
karena takut untuk terbang

keraguan yang mencegahnya untuk menantang langit
ketakutan akan kegagalan dan jatuh

walaupun hatinya mendambakan awan-awan yang menyapanya di langit
namun pikirannya tidak mendengarkan hatinya

bila burung itu tidak berusaha terbang
ia akan kehilangan kesempatan di seluruh waktu hidupnya
untuk merasakan luasnya dan betapa ajaibnya langit itu

dan bila burung itu akhirnya dapat terbang
ia akan menyesali seluruh waktunya yang terbuang untuk keraguan dan ketakutan

ia terbang melintasi langit
untuk melihat perubahan hutan menjadi bangunan besi yang dingin
untuk melihat bertambahnya racun di udara
untuk melihat binatang mesin dari besi yang memenuhi seluruh permukaan kota
untuk melihat banyaknya tangisan, siksaan, ketidakadilan
untuk melihat sedikit demi sedikit mesin mulai menguasai manusia

dimanakah dunia yang diceritakan oleh temannya dulu?
dunia yang penuh hutan
dunia yang selalu paling baik baunya saat sehabis hujan
dunia yang dipenuhi hijaunya rumput, birunya langit dan putihnya awan
dunia yang memantulkan cahaya kehidupan dari setiap mata mahluk hidup

terlambat sudah bagi sang burung
dunia sudah berubah dan ia takkan bisa mengembalikannya
sudah terjadi dan ia hanya dapat menyesali selamanya
semua karena ketakukan dan keraguan akan diri sendiri


hati bergerak sendiri
hati berpikir sendiri
hati mengambil keputusan sendiri
hati memiliki keinginan sendiri
hati tidak menghiraukan perkataan organ lain

karena hati begitu tau apa yang diinginkan kita
sedangkan kita tidak tau apa yang diinginkan hati

Wednesday, June 8, 2011

randoum

setiap aku jatuh, aku hilang
uluran tangan mereka
tak kuhiraukan

sekarang
aku berdiri sendiri
aku dan diri egoisku
yang mencoba menantang dunia

aku adalah sang abu-abu
yang tidak ingin menjadi hitam
yang tidak ingin menjadi putih

aku adalah semak semak
yang tidak ingin menjadi pohon
yang tidak ingin menjadi ilalang

aku adalah kayu yang memelihara rayap
diluar aku keras dan tegak
didalam aku lapuk dan hancur
aku membiarkan diriku hancur perlahan
aku bisa melawan
tapi, aku tidak ingin

bila aku adalah kayu, aku akan diam seperti kayu

Thursday, June 2, 2011

dikisahkan seorang lelaki petualang yang sedang berada di hutan rimba
ia sedang berlari tunggang langgang karena ia dikejar oleh seekor macan. macan yang memang dapat berlari lebih cepat dari manusia dan memang karnivora mengejar lelaki itu penuh nafsu

ketika macan itu hampir saja menerkamnya, lelaki itu melihat sebuah sumur di pinggir jalan. dalam keputusasaannya ia tanpa pikir panjang terjun ke dalam sumur itu. segera saja dia sadar bahwa dia melakukan kesalahan fatal, didalam sumur itu terdapat ular besar yang juga lapar akan darah daging

secara naluriah lelaki itu menggapaikan lengganya ke tepi sumur dan ia menemukan sebuah akar pohon yang mampu menahan laju jatuhnya. ketika ia telah merasa cukup tenang, dia melihat su ylar hitam menjulurkan tubuhnya setinggi mungkin untuk mecoba menyerang kakinya, tetapi kakinya sejengkal lebih tinggi. dia lalu mendongakkan kepala danmelihat si macan mencondongkan tubuhnya di bibir sumur untuk mencoba meraihnya, tetapi tanggannya sejengkal lebih jauh dari cakar macan itu

selama ia merenungkan keadaanya yang menyedihkan itu ia melihat 2 ekor tikus yang satu tikus hitam dan yang satu tikus putih, muncul dari lubang di dinding sumur dan mulai mengerat akar pohon yang dipegangnya

ia pun mulai panik dan kakinya menendang2 yang mengakibatkan pohon itu bergoyang-goyang. sarang lebah yang terdapat diatas pohon itu pun turut bergoyang dan meneteskan madu-madu. lelaki yag melihat madu-madu yang berjatuhan pun menjulurkan lidahnya dan menangkap tetesan madu2 itu. lelaki itu sangat menikmati madu itu

cerita itu merupakan perumpamaan dari hidup kita. di hidup kita sering terjebak di antara macan dan ular. dan adanya tikus hitam(malam) dan tikus putih (siang) yang menggerogoti seutas tali kehidupan tempat kita bergantung. namun di dalam kesulitan hidup-mati itu sealu akan ada madu yang menetes. dan jika kita bijaksana lebih baik kita menjulurkan lidah dan menikmati setiap tetes-tetes madu yang ada. mengapa tidak? nikmati saja tetes-tetes manis kehidupan selagi bisa walaupun kita sedang berada di masalah rumit yang bertubi-tubi

bisa saja kemudian macan itu terjatuh dan menimpa ular hingga sekarat,kita tidak akan tau apa yang terjadi di masa depan kan. dan disaat itu kita harus berhenti menikmati tetesan madu dan berusaha keluar dari sumur itu, dan bisa meloloskan diri dari masalah itu.