meski sadar kalau itu menyiksa diri sendiri detik per detik
tetap ada kepuasan batin tersendiri
meski sadar kalau bagian dalam mulai retak meski bagian luar masih mulus
tetap tidak peduli
karena yang ingin dicapai telah dicapai
untuk apa memikirkan skenario lain
semua tau untuk mendapatkan keberhasilan
dibutuhkan usaha dan pengorbanan
atau di per simple dengan jalan pintas
dibanding jalan raya yang mulus dan lebar
kita memilih jalan pintas yang sempir dan berbatu batu
nyawa tentu saja terancam di jalan pintas
tapi apakah ada yang peduli?
tidak.
yang penting hanyalah satu
pencapaian keberhasilan
semua yang menghalangi harus digusur
semua yang menahanmu dan menasehatimu harus ditinggalkan
semua yang meminta waktu padamu harus dibiarkan
karena semakin sedikit waktu yang terpakai untuk mencapai tujuan lebih baik bukan?
buat apa membutuhkan waktu yang lama kalau kita bisa melakukannya dalam waktu yang sedikit
menutup mata
menutup telinga
menutup mulut
menjauh dari segala galanya
demi pencapaian tujuan
menyiksa fisik demi kebahagiaan batin
kebahagiaan yang bahkan tak berlangsung lama
hanya kebahagiaan sementara
tidak permanen
tapi
lebih baik merasakan kebahagiaan sementara
dibandingkan tidak merasakan sama sekali kan?
karena itu
menyiksa fisik demi kebahagiaan batin
bahkan kebahagiaan yang hanya sementara ini juga palsu
kadang kita merasa bahagia tetapi orang luar berpikir kita tidak bahagia
kadang orang luar melihat kita bahasia padahal kita merasa tidak bahagia
jadi intinya ini semua adalah kebahagiaan sepihak?
pemikiran bahwa tercapainya tujuan yang juga sepihak?
makna tujuan kita bagi kita dan makna tujuan kita bagi orang lain apakah berbeda
sehingga saat mencapai suatu tujuan, orang luar bisa ikutberbahagia
dan tidak memandang dengan tatapan bingung, simpati, atau bahkan sinis
itulah pemikiran wanita
No comments:
Post a Comment