Tuesday, April 26, 2011

keep your pen to yourself

malem malem. sendirian di kamar bokap, duduk berlutut, dagu gw ditaro diantara 2 lutut gw, tangan kedepan menggengam sang teman, sebutlah si item
si item ini adalah kunci menjelajahi seluruh dunia, walau benda ini kecil ternyata berperan sampai ke seluruh dunia
si item mengkomunikasikan individu individu yang terhambat untuk bertemu secara langsung, entah apa hambatan itu, ada bermacem macem, antara kita gak punya keberanian buat ngomong langsung, atau kita dihambat jarak ratusan kilometer dan ingin membuang rindu dengan cara komunikasi lewat si item ini
jadi gw angkat si item dan gw membayangkan "hebat banget lo, bisa tersambung ke seluruh dunia"
disebelah gw dan si item, ada si abu-abu, yang selalu berbicara, bernyanyi, bercanda
si abu2 menemani gw saat tidur, saat bangun pagi, saat begadang
saat tidur terdengar berbagai nyanyian si abu abu
saat terbangun terdengar candaan si abu abu
saat bergadang terdengan suara kalem si abu abu
lalu disaat menunggu si abu abu menyelesaikan suara kalem nya dan berganti ke nyanyian indahnya, terdengarlah kata-kata indah segaligus menohok hati

When writing the story of your life, don't let anyone else hold the pen

saat menulis cerita hidupmu, jangan biarkan orang lain memegang penamu
karena itu adalah penaMU
pena yang sudah diberikan padamu, kamu mempunyai hak atas pena itu dan apa yang tertulis di buku hidupmu
janga biarkan ejekan,hinaan,caci maki,pandangan,pendapat orang lain mempengaruhi secara negatif terhadapmu
kalaupun sudah terjadi, dengan penamu itu kamu bisa mencoret bagian itu dan berlanjut menulis bagian selanjutnya tanpa menghiraukan bagian yang kau coret tadi
ya, lupakanlah
tapi juga jadikanlah pengalaman
pengalaman yang mencegahmu melakukan coretan itu lagi, dan mungkin bab berikutnya akan bersih dari coretan itu
walaupun coretan itu sudah pasti tidak akan terhindarkan, dan kamu harus menerimanya, bahwa kamu dan penamu pasti akan salah menulis, dan kamu harus mencoretnya
meninggalkan garis2, urekan2, coret2 apapun jenis pembetulanmu terhadap tulisan hidupmu itu
dan Tuhan yang memberikan pena dan buku itu untukmu, sudah pasti mengira dan malah menginginkan kita mencoret beberapa bagian dari kalimat2 yang kita salah tuliskan

KEEP YOUR PEN TO YOURSELF!!!

intinya, kamu adalah remote control untuk mobil mainan mu, kamu adalah remote untuk TV mu, kamu adalah kuas untuk kanvas mu, dan yah perumpamaan lain yang lebih bagus dan kreatif yang gw gak bisa pikirkan

hidup penuh coretan
forget it, get over it, don't regret it, live with it

kunci kata:
si item : blackberry
si abu-abu: radio

saat tidur terdengar berbagai nyanyian si abu abu -->siaran abis
saat terbangun terdengar candaan si abu abu --> sigap 88
saat bergadang terdengan suara kalem si abu abu -->siaran narendrapawaka (dia udah mainin gw john mayer who says, omigosh omigosh!!!! *merasa keren request masuk radio*)

~~mustang double eight~~ tralalalala, nadanya enak :9

Wednesday, April 20, 2011

human

human
we're given the ability to think, to see, to hear, to talk, and have emotions
but we're also lacks of the ability to understand, to realize, and to admit

because of our ego
we only do the best for ourself
we don't understand other people's feeling, status, or whereabouts
yet, we want them to understand us

God is the one who gave us the ability to talk
but, what does God want us to talk about?
nobody knows
maybe for us it feels good to insult other people
it feels right to offend them
you felt satisfied when you humiliate them
well good for us cause at least we realize that we're doing something wrong
some people just don't realize that they're already insult, offend, and humiliate other people
they think that it's fine to say bad insulting words like fat, ugly, bony, poor, or what so ever
even though that word stab the people in the heart

we never admit that "it's our fault"
we always blame other people
because of our pride
because we never want to lose our status
because we want to make people think that we are perfect

and the problem that lead us to that attitude is
people judge our looks from the cover
and because of that, we want our cover to be the best
we polished it
we take care of it
and we let the inside of the book be damaged by the selfish cover
even though all the things they need to see is in the inside
cause time maybe could rotten the outside
but the inside still stays the same
the cover protect the pages, the cover takes all the damaged caused by the time
so that the inside will stays the way it is

but we human only use the eye that's located on the outside to look at the outside
we don't use the eye that's located in the inside to look at the inside
for short, we uses our eyes to look at the outside look
we don't use our heart to look at the inside

Sunday, April 3, 2011

pemikiran kaum hawa

meski sadar kalau itu menyiksa diri sendiri detik per detik
tetap ada kepuasan batin tersendiri

meski sadar kalau bagian dalam mulai retak meski bagian luar masih mulus
tetap tidak peduli
karena yang ingin dicapai telah dicapai
untuk apa memikirkan skenario lain
semua tau untuk mendapatkan keberhasilan
dibutuhkan usaha dan pengorbanan
atau di per simple dengan jalan pintas
dibanding jalan raya yang mulus dan lebar
kita memilih jalan pintas yang sempir dan berbatu batu
nyawa tentu saja terancam di jalan pintas

tapi apakah ada yang peduli?
tidak.

yang penting hanyalah satu
pencapaian keberhasilan
semua yang menghalangi harus digusur
semua yang menahanmu dan menasehatimu harus ditinggalkan
semua yang meminta waktu padamu harus dibiarkan
karena semakin sedikit waktu yang terpakai untuk mencapai tujuan lebih baik bukan?
buat apa membutuhkan waktu yang lama kalau kita bisa melakukannya dalam waktu yang sedikit

menutup mata
menutup telinga
menutup mulut
menjauh dari segala galanya
demi pencapaian tujuan

menyiksa fisik demi kebahagiaan batin

kebahagiaan yang bahkan tak berlangsung lama
hanya kebahagiaan sementara
tidak permanen

tapi
lebih baik merasakan kebahagiaan sementara
dibandingkan tidak merasakan sama sekali kan?
karena itu

 menyiksa fisik demi kebahagiaan batin

bahkan kebahagiaan yang hanya sementara ini juga palsu
kadang kita merasa bahagia tetapi orang luar berpikir kita tidak bahagia
kadang orang luar melihat kita bahasia padahal kita merasa tidak bahagia

jadi intinya ini semua adalah kebahagiaan sepihak? 
pemikiran bahwa tercapainya tujuan yang juga sepihak?

makna tujuan kita bagi kita dan makna tujuan kita bagi orang lain apakah berbeda
sehingga saat mencapai suatu tujuan, orang luar bisa ikutberbahagia
dan tidak memandang dengan tatapan bingung, simpati, atau bahkan sinis

itulah pemikiran wanita