Friday, January 30, 2015

cerita satu malam

dalam satu malam
aku bercerita
tentang akhir cerita cinta
dan kamu hanya tertawa
kamu yang menyadari kebodohanku
dan kamu yang lelah mengingatkan
hanya tertawa
melihat aku membuka mata

dan kita pun berbagi
tentang apa yang kita beri
dan apa yang kita minta
tentang apa yang terlarang
dan apa yang dilarang
tentang indahnya emosi
dan ngerinya masa depan

bisikan perlahan kita
takut membangunkan beruang tidur
aku yang terbawa emosi
kadang berbicara terlalu keras
dan kamu akan menyuruhku diam

ingin rasanya ku menutup pikiran
yang mengingatkanku terus akan rumah
ingin rasanya aku memanjangkan waktu
dan menjalani malam itu sampai aku jera

karena disaat aku berlari
dan menemukan kamu yang juga berlari
maka hanya satu di pikiranku
apakah kita menuju tempat yang sama?


Thursday, January 8, 2015

12

berlari lebih mudah dibanding berkonfrontasi
namun disaat yang sama
mau dimuntahkan kemana murka mu?

disaat ia hanya menatap kosong kata-kata mu
disaat jalan mu hanya diam tak memberi arah
mau kemana pergi mu?

disaat dunia meminta mu untuk sendiri
namun tetap menjaga kemanusiaan mu
mau diapakan rasa sepi ini?

karena menatap langit dan bernyanyi
lebih mudah daripada mencintai

karena mengurungkan harga diri
lebih mudah dibanding berjalan pergi

malam ini aku berduka
menyadari diriku yang hampir mati
menyadari bodohku yang tak lelah mencoba
sesak memenuhi dadaku
dan yang kucari adalah napasmu