Sunday, April 14, 2013

hilang

pengen gak sih rasanya hilang
tersesat di dunia asing
dimana gak ada yang dikenal dan gak ada yang mengenal
semua dimulai baru
segar, cerah, penuh dengan kemungkinan
kesempatan terbuka lebar

hilang
di peradaban
termakan tsunami
tersenyum diantara tangisan
karena dengan itu
artinya lo bebas

hari yang tidak membosankan
keluar dari rutinitas
hilang ke antah berantah
dimana tidak ada kepemilikan
semua datang dan pergi dengan bebas
tidak ada yang menilai, tidak ada harga
tidak ada prasangka
semua berjalan bebas
tidak ada benang merah yang dapat menyandung
tidak ada bekas jejak yang suka menipu
tidak ada tanah untuk memendam

dimana sekali lo maju
gak ada namanya keraguan
semua pasti, semua terjamin
tak ada topeng yang melindungi sekaligus menghancurkan
dunia hitam putih yang dapat kau warnai
semua bebas
tak ada batas
tak ada namanya mulai dan selesai
semua terbang, tak ada yang dapat ditangkap
tak ada yang dapat diraih
semua bergerak sendiri dengan kecepatan sendiri

dimana tidak ada yang mengenal kata harus
kudu, pasti, wajib

dimana tak ada bahasa
dimana tak ada yang mencoba mengerti satu sama lain
karena memang tidak diperlukan

dimana bisa teriak sepuasnya
tak ada yang perlu diurusi

jenuh
letih, capek, muak
dengan semua yang memaksa
semua tali pengekang
semua makian, sindiran
kata-kata yang menampar tak selalu dibutuhkan
kadang yang dibutuhkan hanya tamparan
tak butuh kata-kata

kenapa manusia yang bahkan susah bernapas masih dituntut lebih
kenapa manusia yang tak bisa bergerak disuruh meraih
kenapa manusia selalu menuntut
kapan akan mencapai kepuasan
kapan akan merasakan kesempurnaan
kapan manusia akan melepaskan
kenapa engkau mengusir tapi tetap menarik
kenapa kemauan selalu ditutupi tapi ingin dikabuli
kenapa manusia tidak pernah menyadari kekurangannya dan kebobrokannya
kenapa menuntut lebih ketika sudak diberikan cukup

lepaskan
biarkan dia tersenyum disaat dia bahagia
menangis disaat dia sedih
biarkan, tinggalkan
kalau sudah tidak mau menjaga, merawat, memelihara
jangan menarik lagi
jangan panggil lagi
jangan menyayat lagi, jangan menyiksa lagi

biarkanlah hilang

Wednesday, April 3, 2013

2

jauh, tak teraih, bagaikan hantu
transformasi dari manusia menjadi maya
datang dan pergi tanpa diminta
namun diharapkan selalu ada
perubahan memang tidak bisa disalahkan
hanya bisa memaklumi jalannya dunia ini
semua terasa asing, palsu, bagaikan imigran
banyak topeng melapisi
banyak kaca menipu
namun dalam pikiran
masih bisa dilihat kalau ada keraguan
kalau ada rasa sedih
kalau muka yang tegas dapat juga menangis
hati baja juga bisa bengkok
tak ada yang meminta
namun hanya berharap
sesuatu yang dulu ada, kembali menghampiri
semua kehangatan, kembali melindungi
lepas...
bebas...
tak ada pagar pembatas
tak ada sungai berbatu
hanya aliran lancar semau alam